Butuh Bantuan? Call +62 813 2909 0002

Baja Makmur 2

  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Sejarah
  • Produk
  • Customer
  • Berita Terbaru
  • Gallery
  • Kontak
  • Home
  • Berita Terbaru
  • Berita
  • Jurus Kemenperin Siapkan SDM di Industri Logam
 
Admin
Sabtu, 06 Januari 2018 / Published in Berita

Jurus Kemenperin Siapkan SDM di Industri Logam

Liputan6.com, Jakarta – Politeknik Industri Logam Morowali akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis nikel. Sekolah tinggi vokasi ini merupakan salah satu best practice dalam pelaksanaan pendidikan yang mengusung konsep link and match dengan dunia industri.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Politeknik Industri Logam Morowali, Sulawesi Tengah.

“Jadi, selain menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja, kampus ini akan melakukan pengembangan riset-riset terapan yang bekerja sama dengan industri,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/9/2017).

Dia menuturkan, penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang terampil adalah faktor penting dalam memacu pertumbuhan industri, selain melalui pengembangan teknologi dan peningkatan investasi.

“Bahkan, adanya politeknik ini, kami yakini akan mendukung penambahan investasi di industri pengolahan logam, khususnya di wilayah Sulawesi dan Indonesia bagian timur,” lanjut dia.

Politeknik Industri Logam Morowali juga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan-perusahaan yang berada di dalam kawasan industri Morowali.

Saat ini, kawasan yang memiliki luas 2.000 hektare (ha) tersebut telah diisi sebagian besar oleh pabrik smelter berbasis nikel dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 10 ribu orang.

Apabila beberapa perusahaan yang saat ini masih tahap konstruksi sudah beroperasi penuh, Kawasan Industri Morowali akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 80 ribu orang. Apalagi, industri logam nasional mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor lainnya pada kuartal II 2017 yang mencapai 7,5 persen.

“Hal ini bisa berdampak pada peningkatan kebutuhan tenaga kerja karena adanya investasi baru dan ekspansi,” kata dia.

Airlangga menjelaskan, sejak awal pendirian Politeknik Industri Logam Morowali, Kemenperin dan pelaku industri telah merancang bersama, mulai dari identifikasi kebutuhan kompetensi, kurikulum, dan pemilihan tenaga pengajar.

Tagged under: logam, pengecoran logam

What you can read next

IKM di Ceper jadi sektor unggulan pengecoran logam
Menperin Janji Kembalikan Kejayaan Pengecoran Logam Ceper Klaten Seperti 1985
Proses Pembuatan Alat Pemberat Model Hand Bag

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us

Alamat
Office & Workshop
Ds Doyo Baru
Kel. Ngawonggo, Kec. Ceper
Kab. Klaten, Jawa Tengah
57465. Indonesia

Jam Buka
Senin – Sabtu 07.00am – 17.00pm

Search

TOP
Go to mobile version